Tingkat Harapan Hidup Negara-negara ASEAN

Pada dasarnya tingkat harapan hidup negara-negara di wilayah ASEAN masih relatif lebih rendah di banding negara-negara di wilayah Asia lainya seperti China,Jepang,Arab,Bahrain,dll.Hal tersebut disebabkan oleh kualitas SDM yang sedikit lebih rendah,hubungan diplomatik dengan negara-negara maju di Eropa yang kurang,pemaksimalan potensi SDA yang kurang efektif,dll.
Dan pada artikel ini saya akan mengambil beberapa contoh Tingkat Harapan Hidup Negara-negara di wilayah ASEAN :
SINGAPURA,adalah negara yang memiliki tingkat harapan hidup paling tinggi diantara 6 negara yang saya sebutkan.Hal tersebut di sebabkan oleh wilayah negara Singapura relatif lebih kecil di banding 6 negara lainnya sehingga penyebaran pendidikan untuk masyarakatnya lebih merata dan lapangan pekerjaan yang tersedia pu lebih memadai.Adapun prosentase tingkat harapan hidup di negara ini yaitu tahun 2001(77,8) , 2002(78,0) , 2003(78,7) , 2004(78,9) , 2005(79,4) , 2006(**) , 2007(80,0).
MALAYSIA,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya kedua tertinggi setelah Singapura.Yaitu tahun 2001(72.8) , 2002(73.0) , 2003(73.2) , 2004(73.4) , 2005(73.7) ,2006(**) , 2007(74.0).
FILIPINA,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya ketiga setelah Malaysia.Yaitu tahun 2001(69.5) , 2002(69.8) , 2003(70.4) , 2004(70.7) , 2005(71.0) ,2006(**) , 2007(72.0).
THAILAND,adalah negara yang tingkat harapan hidup keempat setelah Filipina.Yaitu tahun 2001(68.9) , 2002(69.1) , 2003(70.0) , 2004(70.3) , 2005(69.6) ,2006(**) , 2007(71.0).
VIETNAM,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya kelima setelah Thailand.Yaitu tahun 2001(68.6) , 2002(69.0) , 2003(70.5) , 2004(70.8) , 2005(73.7) ,2006(**) , 2007(74.0).
INDONESIA,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya paling rendah diantara 6 negara yang saya sebutkan.Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti kepadatan penduduk,kurangnya lapangan pekerjaan serta tingkat pendidikan yang tidak merata di beberapa daerah dan hal lainya.Namun walaupun demikian tingkat harapan hidup di Indonesia terus meningkat di tiap tahunnya,yaitu tahun 2001(66.2) , 2002(66.6) , 2003(66.8) , 2004(67.2) , 2005(69.7) ,2006(**) , 2007(71.0).

** : Data tidak tercantum dalam sumber

sumber : http://www.ristek.go.id/file/upload/Referensi/2010/indikator/C5%20Pendidikan.pdf

LAB INTERNET DASAR


Lab Internet Dasar

Lab internet dasar ini terletak di gedung 3 lantai 2 di dalamnya terdapat beberapa komputer. Di lab ini kita mempelajari tentang internet, search engine dan blog yang di  jelaskan oleh tutor. Ruangan lab internet dasar juga terkoneksi dengan internet agar mempermudah praktikan mencari materi tersebut.Sayangnya ,ada sedikit gangguan dan internet tidak bisa terkoneksi jadiI praktikan tidak bias menggunakan internet di lab internet dasar.Cara memberi tugas dan nilai pun berbeda dengan lab lainnya jenis nilainya pun beragam dari DL,DP,TL sampai TP.
Menurut saya lab internet dasar adalah lab yang cukup menyenangkan karena lab ini memberikan pengetahuan yang lebih nyata ketimbang lab lain yang memberi ilmu bersifat teori dan harus diterapkan terlebih dahulu dengan permasalahan yang sedang dihadapi.sehingga ilmu yang didapat dari lab ini pun dapat dipergunakan dalam pergaulan sehari-hari tidak hanya dapat digunakan dalam bidang akademis,lalu juga metode pemberian nilai plus bagi mahasiswa yang mampu menjelaskan suatu materi ataupun menjawab soal yang di berikan oleh tutor pun merupakan metode yang sangat inovatif dan baik karena dengan adanya metode tersebut mahasiswa akan lebih terangsang untuk mencobanya.
Namun lab ini pun memiliki beberapa kekurangan yang sedikit mempengaruhi proses belajar mengajar didalam lab seperti contoh computer yang menurut saya sudah cukup usang dan hal tersebut sedikit banyak dapat mempengaruhi daya tangkap para mahasiswa karena sebagian besar mahasiswa termasuk saya lebih mengerti materi yang di ajarkan jika materi tersebut langsung di praktekan pada media yang di jelaskan,lalu pertemuan nya yang sangat singkat sehingga tidak banyak ilmu yang dapat diambil dari praktikum ini.Tapi di luar hal tersebut lab ini menurut saya cukup menambah wawasan dan kami para mahasiswa dapat mengerti dengan baik karena tutornya yang mampu menjelaskan secara jelas.
Maka saya ucapkan terima kasih kepada tutor dan segenap aslab yang telah berusaha secara maksimal memberikan materi dan informasi mengenai Dasar-dasar internet kepada para Mahasiswa.

Tugas 2 Sistem ekonomi

Sistem ekonomi di Indonesia

 1.       Sistem

Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.

Subyek dan obyek:

·   Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
·   Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
·   Sistem peralatan: barang/alat
·   Sistem informasi: data, catatan, dan fakta
Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.

1.       Sistem ekonomi dan politik
Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.

Sistem ekonomi:

·   Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
·   Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
·   Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian.

Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:

a)    Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
b)    Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
c)    Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
d)    Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
e)    Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f)      Pengaturan motivasi usaha
g)    Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
h)    Penentuan pertumbuhan ekonomi
i)      Pengendalian stabilitas ekonomi
j)      Pengambilan keputusan
k)    Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan

Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik
KUTUB A
KONTEKS
KUTUB Z
Liberalisme
Ideoligi politik
Komunisme (menghapus hak perorangan)
Demokrasi
Rejim pemerintahan
Otokrasi  atau otoriter (kekuasaan tak terbatas)
Egaliterisme (Berderajad sama)
Penyelenggaraan kenegaraan
Etatitsme (Lebih mementingkan negara)
Desentralisme
Struktur birokrasi
Sentralisme
Kapitalisme
Ideologi ekonomi
Sosialisme
Mekanisme pasar
Pengelolaan ekonomi
Perencanaan terpusat

Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:

·   Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
·   Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
·   Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya

 2.       Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi yang esktrim:

(a) Sistem ekonomi kapitalis

·         Pengakuan terhadap kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi
·         Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
·         Tidak batasan bagi individu dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
·         Campur tangan pemerintah sangat minim
·         Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi
·         USA

 (b) Sistem ekonomi sosialis

·         Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi
·         Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian
·         Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
·         Campur tangan pemerintah sangat tinggi
·         Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat
·         USSR

(c) Sistem ekonomi campuran

·         Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara
·         Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
·         Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
·         Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air)
·         Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah

 3.       Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.

Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);

·         Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
·         Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
·         Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu  atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
·         Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.

 4.       Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:

(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian

Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.

Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.

Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.

Percobaan  untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.

Percobaan  untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.


               Jam :6:13 am
Sumber : kuswanto.staff.gunadarma.ac.id/.../SISTEM+EKONOMI+INDONESIA.doc