Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Karena dengan UKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang.
Sektor UKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor UKM telah terbukti tangguh, ketika terjadi Krisis Ekonomi 1998, hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh krisis. Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga, menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006, jumlah perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia. Sumbangan UKM terhadap produk domestik bruto mencapai 54%-57%. Sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 96%. Sebanyak 91% UKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga eksportir/pedagang perantara. Hanya 8,8% yang berhubungan langsung dengan pembeli/importir di luar negeri.1
kualitas jasa juga dapat dimaksimalkan dengan adanya penguasaan teknologi. Penguasaan teknologi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan, sehingga organisasi dapat lebih terkontrol dengan mudah. Oleh sebab itu, organisasi harus selalu mengikuti dinamika perubahan teknologi yang terjadi.
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2034751-peran-ukm-dalam-perekonomian-indonesia/#ixzz1LwL61VQt
Waktu :4:57
Pada dasarnya tingkat harapan hidup negara-negara di wilayah ASEAN masih relatif lebih rendah di banding negara-negara di wilayah Asia lainya seperti China,Jepang,Arab,Bahrain,dll.Hal tersebut disebabkan oleh kualitas SDM yang sedikit lebih rendah,hubungan diplomatik dengan negara-negara maju di Eropa yang kurang,pemaksimalan potensi SDA yang kurang efektif,dll.
Dan pada artikel ini saya akan mengambil beberapa contoh Tingkat Harapan Hidup Negara-negara di wilayah ASEAN :
SINGAPURA,adalah negara yang memiliki tingkat harapan hidup paling tinggi diantara 6 negara yang saya sebutkan.Hal tersebut di sebabkan oleh wilayah negara Singapura relatif lebih kecil di banding 6 negara lainnya sehingga penyebaran pendidikan untuk masyarakatnya lebih merata dan lapangan pekerjaan yang tersedia pu lebih memadai.Adapun prosentase tingkat harapan hidup di negara ini yaitu tahun 2001(77,8) , 2002(78,0) , 2003(78,7) , 2004(78,9) , 2005(79,4) , 2006(**) , 2007(80,0).
MALAYSIA,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya kedua tertinggi setelah Singapura.Yaitu tahun 2001(72.8) , 2002(73.0) , 2003(73.2) , 2004(73.4) , 2005(73.7) ,2006(**) , 2007(74.0).
FILIPINA,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya ketiga setelah Malaysia.Yaitu tahun 2001(69.5) , 2002(69.8) , 2003(70.4) , 2004(70.7) , 2005(71.0) ,2006(**) , 2007(72.0).
THAILAND,adalah negara yang tingkat harapan hidup keempat setelah Filipina.Yaitu tahun 2001(68.9) , 2002(69.1) , 2003(70.0) , 2004(70.3) , 2005(69.6) ,2006(**) , 2007(71.0).
VIETNAM,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya kelima setelah Thailand.Yaitu tahun 2001(68.6) , 2002(69.0) , 2003(70.5) , 2004(70.8) , 2005(73.7) ,2006(**) , 2007(74.0).
INDONESIA,adalah negara yang tingkat harapan hidupnya paling rendah diantara 6 negara yang saya sebutkan.Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti kepadatan penduduk,kurangnya lapangan pekerjaan serta tingkat pendidikan yang tidak merata di beberapa daerah dan hal lainya.Namun walaupun demikian tingkat harapan hidup di Indonesia terus meningkat di tiap tahunnya,yaitu tahun 2001(66.2) , 2002(66.6) , 2003(66.8) , 2004(67.2) , 2005(69.7) ,2006(**) , 2007(71.0).
** : Data tidak tercantum dalam sumber
sumber : http://www.ristek.go.id/file/upload/Referensi/2010/indikator/C5%20Pendidikan.pdf
| KUTUB A | KONTEKS | KUTUB Z |
| Liberalisme | Ideoligi politik | Komunisme (menghapus hak perorangan) |
| Demokrasi | Rejim pemerintahan | Otokrasi atau otoriter (kekuasaan tak terbatas) |
| Egaliterisme (Berderajad sama) | Penyelenggaraan kenegaraan | Etatitsme (Lebih mementingkan negara) |
| Desentralisme | Struktur birokrasi | Sentralisme |
| Kapitalisme | Ideologi ekonomi | Sosialisme |
| Mekanisme pasar | Pengelolaan ekonomi | Perencanaan terpusat |